Cara Follow Up Calon Pembeli di Facebook Grup

Cara Follow Up Calon Pembeli di Facebook Grup

Bagaimana Cara yang Tepat Untuk FollowUp Calon Pembeli Anda ?

Seringkali ketika calon pembeli menghubungi Anda berakhir seperti ini :

Nanti saya kabarin lagi yaa
Saya tanya suami dulu ya sist
Saya pikir-pikir dulu yaa
Cuma di READ & ga ada respon
Nomor kita di block calon pembeli
dll

Ada 44% pebisnis online yang akan mengalami kegagalan dalam 80% penjualan yang mereka lakukan. Bayangkan, sebanyak itu. Apakah Anda ingin membiarkannya hilang begitu saja?
Tentu tidak, bukan? Oleh karena itu, diperlukan skill follow up agar mereka benar-benar beli dan transfer uangnya ke kita Caranya? Jika Anda pernah mengalami hal seperti diatas, disinilah pentingnya teknik follow up.  Anda bisa lakukan 7 trik berikut ini:

7 TRIK FOLLOW UP CALON PEMBELI SUPAYA GAK TERUS-TERUSAN PHP (PEMBERI HARAPAN PALSU)!

(1). AJUKAN PERTANYAAN PILIHAN

Banyak orang gagal memfollow up, karena mereka salah bertanya, misalkan:
 “Mba, jadi beli kerudungnya enggak?”. Jawab: enggak.
 “Mas, jadi beli kaosnya enggak?”. Jawab: enggak

Itupun mending kalau dijawab, kebanyakan malah nggak dibalas sama sekali. Pernah ngalamin? Makanya, Anda perlu mengajukan pertanyaan pilihan yang jawabannya pasti “YA”. Misalkan:
 “Mba, orderan kemarin, mau dikirim pake JNE atau TIKI?”
 “Mas, orderan kemarin, mau dikirim hari ini atau besok?”
 “Bu, orderan kemarin, mau ditransfer ke BCA atau Mandiri?”

Pola ini memiliki rumus:
“Mas/Mba, orderan yang kemarin, mau [sugesti] ( x ) atau ( y )?”
Asumsikan Pasti Beli

(2). ASUMSIKAN PASTI BELI
Ini yang sering terjadi pada para penjual online. Mereka mengasumsikan calon pembelinya tidak jadi beli. Maksudnya? Asumsinya pun dinyatakan secara terang-terangan, persis seperti kasus sebelumnya:
 “Mba, jadi beli kerudungnya enggak?”,
 “Mas, jadi beli kaosnya enggak?”.

Ya jelas, pertanyaan tersebut diasumsikan bahwa si calon pembeli boleh beli boleh tidak. Terus, gimana caranya?
Ya gunakan asumsi terselubung. Misalkan:

 “Oh ya Mba, sebelum transfer, masih ada yang ingin ditanyakan mengenai
produknya?”. Asumsinya, dia bakalan transfer.
 “Oh ya Mas, kira-kira mas rencana mau transfer kapan ya?”. Asumsinya, dia
bakalan transfer. Cuma, kapan?
 “Oh ya Mas, karena kemarin mas sudah tertarik ikut pelatihannya, Saya
penasaran, kira-kira mas mau selesaikan pembayarannya siang ini atau sore?”.
Asumsinya, dia bakalan bayar. Cuma, mau bayar siang atau sore?
 “Oh ya Mas, karena sebelumnya mas udah tertarik ikut pelatihannya, sebelum
transfer, Saya kepingin tahu, apakah mas udah tahu seberapa besar manfaat yang
mas dapatkan setelah join di pelatihan ini?. Wow, asumsinya ditumpuk-tumpuk.
Silakan analisa sendiri. hehe…

⛔️⛔️⛔️ Agar anda tidak overload informasi yang masuk ke otak.
Sebagian besar konten ini hanya bisa diakses oleh member GD yang sudah ada minimal 1 sales

LOGIN ATAU DAFTAR DIBAWAH
Username : Email yang anda gunakan ketika mendaftar ke GD
Password : Nomor WA yang anda gunakan ketika mendaftar ke GD
👇👇👇 ⛔️⛔️⛔️

(7). TELEPON LANGSUNG
Ini adalah solusi terakhir dalam melakukan follow up calon pembeli. Jika sebelumnya Anda sudah memiliki nomor telepon mereka, maka cobalah follow up dengan cara telepon
langsung. Cara ini terbukti cukup ampuh untuk menentukan apakah mereka mau beli atau tidak. Karenanya, goal dari cara ini adalah satu, yakni mendapatkan kepastian apakah dia mau beli atau tidak. Setidaknya, ketika Anda sudah mendapatkan jawaban dan kepastian, Anda bisa lanjut memfollow up calon pembeli lainnya.
Sip?

Itulah 7 trik follow up yang bisa Anda gunakan saat memfollow up calon pembeli yang sempat menunda untuk bertransaksi dengan Anda.

SELAMAT MENCOBA  dan SEMOGA BERMANFAAT…

>
error: Ga boleh copas ya !!