5 Tehnik Killer Pricing di Landingpages

5 Tehnik Killer Pricing di Landingpages

5 WAYS TO MAKE A KILLER LANDING PAGE

Dalam sebuah tim startup, mendesain landing page untuk versi alpha/beta, ga bisa dibilang mudah. Jika visitor website sama sekali ‘ga kena umpan’, maka tim bakal dapat tugas dobel buat ke depannya. Dan itu akan makan waktu lebih lama, dimana seharusnya lo udah progress hal lainnya. Nah, kalo ga mau hal itu terjadi, kita harus tau gimana caranya buat landing page yang nendang.

Gue dapet artikel ini, ternyata dalam mendesain layout serta konten landing page butuh banyak ilmu marketing yang bahkan kita sendiri ga sadar. Kalo kata dosen gue, “Marketing is a game of mind”, dan gue setuju apa kata beliau. Let’s see, gue akan mencoba menguraikan Ways to Make a Killer Landing Page dalam 5 poin.

1. Buat value proposition sejelas mungkin

Seperti artikel yang udah Ziliun tulis sebelumnya mengenai value proposition, sekarang saatnya mencantumkan dalam desain landing page. Struktur value proposition yang baik adalah mencantumkan Headline + Subheadline. Disini terdapat contoh kalimat dari website HotJar:

Headline: “Unlimited insights from your web and mobile sites.”

Subheadline: “See how visitor are really using your website, collect feedback, and turn  more visitors into customers.”

Jadi, guna dari subheadline ini adalah sebagai penjelas dari headline (contoh subheadline di atas untuk mempertegas kata ‘insight’ dari headline). Banyak sekali startup yang mencantumkan headline seperti ‘Aplikasi Nomor 1 Tercepat’ atau ‘Introducing New Program!’.

Headline ini kurang nampol, ga nendang. Para visitor ga akan peduli sama produk lo kalo headlinenya tidak diperjelas dengan subheadlineHeadline yang baik sanggup merepresentasikan keuntungan apa yang bakal customer dapat setelah menggunakan aplikasi yang lo buat dalam waktu kurang dari 3 detik sejak customer membaca headline tersebut.

2. Ciptakan eksklusifitas

Membuat konten yang baik untuk landing page menurut gue pribadi hampir mirip seperti belajar teknik copywriting. Seperti contoh dari website HotJar untuk menciptakan eksklusifitas di benak visitors: “Access to closed beta is by invitation only”, atau “Request free early access”.

Ciptakan permainan kata seakan visitor tersebut udah jadi member premium dan ga sabar buat bakal make aplikasi lo. Bisa juga dengan share link supaya visitor bisa mendaftarkan nama mereka sebagai calon pengguna aplikasi dengan mengeklik tombol “Check my position in the queue” (menciptakan model antrian). Jangan mengkombinasikan kata-kata untuk menciptakan kalimat promosi yang ga pede (banyak banget dilakukan oleh startups). Contoh dari kalimat ini adalah: “We are currently in private beta”. So, what?! Ingin terlihat penting tapi ujungnya malah ga penting.

⛔️⛔️⛔️ Agar anda tidak overload informasi yang masuk ke otak.
Sebagian besar konten ini hanya bisa diakses oleh member GD yang sudah ada minimal stabil 6 sales per hari selama 7 hari terakhir

LOGIN ATAU DAFTAR DIBAWAH
Username : Email yang anda gunakan ketika mendaftar ke GD
Password : Nomor WA yang anda gunakan ketika mendaftar ke GD
👇👇👇 ⛔️⛔️⛔️

5. Cantumkan scarcity

Teknik ini sering digunakan dalam e-commerce buat menampilkan sisa stok barang yang pengen lo beli. Kalo lo sering belanja online, pasti di web sering dicantumkan “Hanya tersisa 2 barang saja, so grab it fast!”, dan sebagainya (walaupun di gudang, stok barang masih ratusan kodi). Otomatis, visitor akan segera alih status menjadi buyer karena takut barang yang diinginkan keburu habis. Konsep scarcity dalam landing page startup ini bisa dibuat dengan kalimat “Only for 25 visitors, go and click this”, dan kalimat lain yang bisa lo ‘mainkan’ sendiri.

>
error: Ga boleh copas ya !!